Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung di daerah Malang yang merupakan tempat budidaya strawberry. Mengejutkannya budidaya disini tidak seperti biasanya, akan tetapi dipadukan dengan kolam ikan. Kolam ikan dikelilingi dingan kebun strawberry yang dibuat dengan media peralon berisi tanah yang direkayasa sedemkian rupa. Ini adalah contoh hasil panen buah strawberry dengan background kolam-kebun. Kanan kiri jalan setapak ini kolam ikan untuk mengamankan antisipasi takut ada yang tercebur.
Ini adalah contoh hasil panen buah strawberry dengan background kolam-kebun
“dikerubungin aphids gak berhenti-henti?”
Di kebun ini ternyata hanya menggunakan tembakau saja dan sejauh ini tidak ada masalah. Saat ini juga dalam tahap pengembangan menggunakan campuran bawang untuk pestisida alaminya.
Bawahnya ditutup pake potongan ram nyamuk, dan sebelumnya ditahan kawat, yg di ikatkan kemasing 2 sisi.
Menggunakan media apa? Tanam pakai pralon saja strawberry nya seperti ini.
Peralon 3 inci, dipotong 30 cm. Bawah di lubangi sampingnya untuk dibuat penyangga, yang dari kawat. Kemudian diberi ram nyamuk sesuai kebutuhan, dimasukan dari atas. Baru tanah untuk menanam strawberry. Di lokasi menggunakan sekam, tanah dan pupuk kandang. Urutan penyusunannya adalah kawat – ram – metan.
Penampakan seperti berikut.

Strawberry diberi pupuk organik cair tanpa fermentasi dengan disiram pipis kelinci. Buah besar bisa dihasilkan dengan mengurangi bakal buah lain. Biasanya dalam satu tangkai ada beberapa bakal, sisakan 2 atau 1 saja. Dan, buah yang optimal setelah pohon umur 4 bulan.
Setelah pralon diberi kawat penahan dan ram nyamuk. Tinggal diisi media tanam.
Yang saya gunakan adalah,
-tanah 3 bagian
-sekam padi 2 bagian
-pupuk kandang 1 bagian.
Berikut penampakannya.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat 🙂



