Walau tidak sepopuler Raja Nangka dan Raja Lumut, Raja Bandung dikenal sebagai pisang yang tahan banting, bebas perawatan serta kebal hama penyakit. Dulu hanya dipandang sebelah mata karena hanya untuk pakan burung, tetapi setelah zaman harga-harga menjadi mahal, pisang ini mulai terangkat sebagai isi kue dan digoreng. Ia menjadi sangat lezat ketika daging pisang sudah sangat matang dan lembek. Sayang terkadang buahnya mengandung biji walau hanya 3 butir. Sangat cocok untuk lahan tidur tanpa perawatan dan tidak terurus. Pada awal berbuah bisa sampai 12 sisir per tandan, tapi setelah bertahun-tahun kemudian cuma 6-8 sisir, itu pun ukurannya hampir seperti pisang ulin. Kualitas daunnya tidak kalah sama pisang kluthuk, malahan lebih bagus dari pisang kepok.
Selamat mencoba 🙂
mantab!