Kelembagaan Pembangunan Pertanian

artikel ini merukapan lanjutan dari artikel sebelumnya dengan judul Kebijakan Kelembagaan Pertanian

Menurut Mosher, di setip lokalitas usahatani diperlukan beberapa kelembagaan pertanian, yaitu kelembagaan penyedia sarana produksi, kelembagaan keuangan (penyedia kredit produksi), kelembagaan usahatani, kelembagaan pengolahan hasil pertanian, kelembagaan pemasaran, kelembagaan pemasaran, kelembagaan penyuluhan.

Read More

Kebijakan Ekspor dan Impor Pertanian

Jumlah penduduk di Indonesia semakin bertambah dari hari ke hari. Kebutuhan negarapun sangatlah beraneka ragam.Untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam itu tidak cukup hanya mengandalkan produk lokal mengingat sumber daya masing- masing negara berbeda. Baik sumber daya alam maupun sumberdaya manusia yang mampu memproduksi barang yang tak dapat ditemukan di negara lain. Hal tersebut mengakibatkan adanya ketergantungan antar negara dalam memenuhi kebutuhan warga negaranya. Dengan demikian maka kegiatan mengimpor barang atau mendatangkan barang dari luar negeri ke dalam negeri diberlakukan. Disisi lain, sumber daya yang berlebih atau dianggap unggul dari dalam negeri dijual ke luar negeri atau dinamakan ekspor yang bertujuan untuk mendapatkan devisa bagi negara.

Read More

Cabai Hortikultura, Masa Produktivitas dan Manajemen Produksi (II)

Artikel ini merukapan lanjutan dari artikel sebelumnya dengan judul Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional

Tanaman cabai memiliki banyak nama populer di berbagai negara. Namun secara umum tanaman cabai disebut sebagai pepper atau chili. Nama pepper lebih umum digunakan untuk menyebut berbagai jenis cabai besar, cabai manis, atau paprika. Sedangkan chili, biasanya digunakan untuk menyebut cabai pedas, misalnya cabai rawit.Di Indonesia sendiri, penamaan cabai juga bermacam-macam tergantung daerahnya. Cabai sering disebut dengan berbagai nama lain, misalnya, lombok, mengkreng, rawit, cengis, cengek, dan masih banyak lagi sebutan lainnya.

Read More