Masalah Sektor Pertanian Terkait Pendapatan Nasional

artikel ini merukapan lanjutan dari artikel sebelumnya dengan judul Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional

Pertanian merupakan sektor utama perekonomian bagi sebagian negara berkembang. Oleh karena itu, sektor pertanian mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan pendapatan nasional, peran penting pertanian antara lain:

  • Penyerap tenaga kerja

Sektor pertanian dapat menyerap tenaga kerja yang banyak karena sektor pertanian membutuhkan orang untuk melakukan. Berdasarkan data BPS menunjukkan kemampuan sektor pertanian menyerap tenaga pada tahun 2006 sekitar 44,5 %.

  • Penyedia bahan pokok

Bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat berasal dari sektor pertanian. Salah satu bahan pokoknya adalah padi. Masyarakat Indonesia sangat tergantung pada produksi padi, sehingga apabila produksi tinggi maka akan menambah pendapatan nasional.

  • Penyedia bahan baku untuk sektor lain

Bahan baku yang digunakan sektor lain seperti industri berasal dari pertanian. Apabila bahan baku dari pertanian tidak tercukupi maka sektor industri akan terhambat produksinya.

Berikut merupakan tabel untuk mengetahui pengaruh sektor pertanian terhadap PDB:

Tabel 1. Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha, 2010-2014

Lapangan Usaha 2010 2011 2012 2013 2014
PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN DAN PERIKANAN 17,03% 16,45% 16,26% 16,20% 16,10%
PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN 12,44% 13,22% 13,25% 12,69% 11,78%
INDUSTRI PENGOLAHAN 27,63% 27,22% 26,87% 26,62% 26,64%
LISTRIK, GAS, DAN AIR BERSIH 0,85% 0,84% 0,85% 0,87% 0,90%
B A N G U N A N 11,42% 11,36% 11,50% 11,22% 11,29%
PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN 15,25% 15,43% 15,65% 16,09% 16,40%
PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI 7,31% 7,41% 7,48% 7,86% 8,30%
KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERSH. 8,06% 8,07% 8,15% 8,45% 8,59%
JASA – JASA 17,03% 16,45% 16,26% 16,20% 16,10%

Sumber: bps.go.id

Dari tabel PDB tersebut diketahui bahwa sektor pertanian penyumbang PDB cukup besar. Terbukti sektor pertanian mampu menjadi penyelamat ekonomi Indonesia pada masa krisis tahun 1997 – 1998 dilihat dari kontribusi PDB. Namun, timbul pertanyaan mengapa dengan potensi sebagai penyumbang PDB yang cukup besar, sektor  pertanian belum dapat mensejahterakan rakyat Indonesia khusunya para petani. Masalah kesejahteraan petani harus diselesaikan secepat mungkin oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan sebagian besar penduduk Indonesia beprofesi sebagai petani. Oleh karena itu, apabila kesejahteraan petani terus menerus terabaiakan maka otomatis jumlah penduduk miskin di Indonesia akan semakin bertambah.

Permasalahan tersebut disebabakan kurang optimalnya pengolahan untuk meningkatkan nilai jual produk pertanian dan selama ini sektor pertanian kurang mendapat perhatian dari pemerintah sehingga mengakibatkan ketimpangan pendapatan antara orang yang bekerja di sektor pertanian dibandingkan dengan yang bekerja di sektor lain. Hal tersebut dibuktikan dengan rendahnya APBN untuk sektor pertanian yaitu sekitar 4 % dari RAPBN 2015. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan pembangunan pertanian dari pemerintah serta melaksanakan intensifikasi dan pengolahan produk pertanian secara tepat untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nilai jual produk pertanian. Kebijakan pembangunan pertanian menjadi salah satu kunci keberhasilan sektor-sektor lainnya (Shedoulet & de Janvry, 1995) seperti salah satu usaha yang dilakukan pemerintah saat ini yaitu dengan melakukan program Upaya Khusus Peningkatan Padi, Jagung,  dan Kedelai oleh Kementerian Pertanian.

 Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa:

  1. Konsep-konsep pada pendapatan nasional antara lain: Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product), Produk Nasional Bruto (PNB), Produk Nasional Neto (NNP), Pendapatan Nasional Neto (NNI), Pendapatan Perseorangan (PI), serta Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI).
  2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional yaitu Permintaan dan penawaran agregat, konsumsi dan tabungan, dan investasi
  3. Masalah yang dihadapi sektor pertanian terkait pendapatan nasional adalah sektor pertanian sebagai penyumbang PDB yang cukup besar namun belum dapat mensejahterakan rakyat Indonesia khusunya para petani. Kenyataan yang terjadi bahwa kesejahteraan petani terus menerus diabaiakan sehingga jumlah penduduk miskin di Indonesia semakin bertambah.

DAFTAR PUSTAKA

Dornbusch, Rudiger dan S. Fischer. 1994. Makro ekonomi. Alih bahasa Julius A. Mulyadi. Erlangga, Jakarta.

Fauziana L.,  A. Mulyaningsih, E. Anggraeni, S. Chaola, dan  U. Rofida. 2014. Keterkaitan invetasi modal terhadap GDP Indonesia. Economics Development Analysys Modal 3(2) : 372-340.

Sadoulet, E dan A de Janvry. 1995. Quantitative Development Policy Analisys. The Johns Hopkins University Press, Baltimore.

Sukirno, S. 1985. Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah dan Dasar Kebijaksanaan. LPFE – UI dan Bima Grafika, Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *